Spread the love

Bigger welcome. Hello cool reader! welcome to roniswahid.com.

Sebuah keisengan unik ketika dalam waku senggang membuka aplikasi Tixet Id. Gue bersama teman di bilik sebelah ceritanya pengen nonton di bioskop. Soalnya rada sayang sebentar lagi voucer diskon di tixet id sudah mau hangus.

Tercetuslah kami beberapa film yang ingin kami tonton. Temen gue di bilik sebelah ini kurang antusias kalau nonton film indonesia, berbanding terbalik dengan gue yang suka film indonesia apalagi komedi. Kalau pun film indo pasti dia ngajak nonton film horor. Secara dia tahu kalo gue rada takut nonton film horor.

Isenglah gue klik film tujuh bidadari. Pasti isinya cewek-cewek cantik seperti di film jaka tarub dulu. BOOM! Namun, setelah gue liat trailernya. Spontan gue merinding. Ternyata ini film horor. Ok fixs, Gue dikerjain teman di bilik sebelah.

Ketika gue nonton gue selalu membayangkan berada dalam keadaan itu. Rasanya rada mencekam. Kabanya, film ini sendiri melakukan shooting di rumah sakit jiwa yang menjadi wisata angker di australia. Membuat gue yang tadinya berencana tidak melanjutkan nonton trailernya malahan penasaran dan ingin membuktikan apakah gue sekarang cukup berani.

Memasuki cerita, Film yang diperankan oleh Dara Warganegara, Lia Waode, Brigitta Cynthia, Camelia Putri, Salini Rengganis, Gabriella Desta, dan Ade Ayu Agustin ini dimulai dengan ketujuh girlband yang liburan di luar negeri. Di masa rehat tersebut, mereka bertemu dengan penyanyi australia bernama Mark.

Bersama Mark mereka tak hanya di ajak liburan, mereka juga diajak ke rumah sakit jiwa yang sudah tidak lagi dihuni–Aradale Lunatic Asylum. Sebuah rumah sakit yang sangat terkenal akan ke angkerannya. Bayangkan gimana perasaan ketujuh bidadari saat itu.

Di rumah sakit itu mereka mengikuti permainan yang dibatasi waktu selama tujuh jam. Dari scene demi scene membuat gue semakin penasaran. Sayangnya meski baru menonton trailernya, gue arus tetap ngajak teman. Beruntung sekarang siang. Jadi gue berani nonton. Silahkan lihat juga, apakah kamu cukup berani?

Let's be friends:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *